1. Beras merah
Beras merah dikenal juga dengan
istilah beras ungu atau beras hitam. Menurut sebuah studi, beras merah
mengandung kadar antioksidan yang lebih tinggi daripada bluberi atau
brokoli.
Beras merah merupakan beras yang pada aleuronnya
mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna
merah atau ungu. Jika dibandingkan dengan beras putih, kandungan
karbohidrat beras merah lebih rendah, namun menurut penelitian, nilai
energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih. Selain
itu, beras merah lebih kaya serat dan protein.
Kendati demikian, beras merah berbeda dengan ragi beras merah, bahan utama dari suplemen penurun kolesterol.
2. Padi liar
Jika
beras putih dan beras merah termasuk dalam bergenus Oryza, maka padi
liar termasuk ke dalam genus Zizania, meskipun masih dalam satu suku
Oryzeae. Padi liar dijumpai di air dangkal dan aliran yang mengalir
perlahan.
Padi liar mengandung protein, serat, potasium,
magnesium, dan niasin yang lebih tinggi dari beras coklat dan 30 kali
lebih tinggi kandungan antioksidannya dibandingkan beras putih.
Sejatinya, padi liar tidak menghasilkan beras, namun biji-bijian dari
rerumputan semiakuatik.
3. Beras coklat
Beras
coklat adalah beras yang hanya dihilangkan sekamnya, namun tidak
dipoles menjadi beras putih. Beras coklat dan beras putih memiliki
kandungan kalori, protein, dan lemak yang sama seperti beras putih.
Hanya saja, beras coklat lebih banyak kandungan seratnya sehingga
memiliki indeks glikemik yang lebih rendah.
Fitonutrien dalam
beras coklat berkaitan dengan penurunan risiko kanker, diabetes, dan
penyakit jantung. Karena merupakan biji utuh, lemak dari beras coklat
bisa membusuk, maka penyimpanannya pun perlu di tempat yang kering dan
sejuk untuk memperlama usianya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar